lunedì 29 febbraio 2016

Heboh emoji gay di Indonesia terdengar hingga pelosok dunia

Heboh emoji gay di Indonesia terdengar hingga pelosok dunia
Heboh stiker dan emoji Line, Facebook, dan WhatsApp yang berunsur Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), ternyata menjadi sorotan media internasional sekelas Guardian.

Dalam artikelnya yang berjudul, 'Indonesia bans gay emoji and stickers from messaging apps', menuliskan jika pemerintah Indonesia memerintahkan semua layanan aplikasi menarik konten yang bernuansakan LGBT. Aplikasi SMS Android

Guardian menulis, isu LGBT di Indonesia memang sangat sensitif. Namun, meski sensitif, hal itu juga memicu protes para pegiat Hak Asasi Manusia (HAM). Kepada Presiden Jokowi melalui sebuah surat, pegiat HAM dari Human Right Watch (HRW), Graeme Reid, menyatakan pemerintah Indonesia harus secara terbuka mengutuk para pejabat yang membuat pernyataan terlalu diskriminatif terhadap kaum LGBT.

"Presiden Jokowi harus segera mengutuk pernyataan anti-LGBT yang dilontarkan oleh para pejabat. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan komitmen presiden atas keberagaman dan pluralisme, jelasnya.

Kendati begitu, hal itu tak menyurutkan langkah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk tetap memerintahkan aplikasi perpesanan menarik semua konten yang meresahkan masyarakat.

"Media sosial harus menghormati budaya dan kearifan lokal dari negara di mana mereka memiliki sejumlah besar pengguna," ujar juru bicara Kemkominfo, Ismail Cawidu yang dituliskan juga oleh Guardian.

Tak hanya Guardian saja yang menuliskan mengenai geger stiker LGBT di aplikasi perpesanan Indonesia, Mashable pun demikian. Menuliskan hal yang sama dalam artikelnya yang berjudul, 'Indonesia tells messaging apps to drop LGBT emoji'.

Heboh emoji gay di Indonesia terdengar hingga pelosok dunia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rastam Tirta

0 commenti:

Posta un commento